Archive for category cerita hidup

Desember…(part#2)

Ok gan, kita lanjut lagi dari cerita sebelumnya. Di saat saya menyesali akademik tahun kedua yang hancur berantakan, ada kabar baik dari angkatan 2007 yaitu pernikahan Dana FI’07 dengan Adis KI’07. Resepsi mereka diadakan di Jakarta, sehingga saya bisa ‘menumpang’ pulang ke Depok bersama barudak HIMAFI yang berangkat ke resepsi dengan bus carteran ( lumayan pulang gratis…. )
Satu hal yang paling berkesan saat acara resepsi tersebut adalah ketika saya menyalami Dana, beliau berkata pada teman2nya termasuk saya ” Cepat nyusul ya…. “. Mendengar perkataan tersebut saya terpikir ” Iya sih, bener juga. Tapi ntar nyusulnya sama siapa ?:D”. Kelar resepsi saya langsung keluar gedung dan mencegat Miniarta P16 untuk menuju Pasar Minggu demi pulang ke Depok.

Baru semalam di Bandung sekembalinya dari Depok, saya dan teman2 dari prodi Fisika mengadakan acara kunjungan industri plus jalan2 bareng ke pantai Santolo di Garut selatan.

Akhirnya wisudaan Juli datang juga! Saya bertugas sebagai satgas saat perhelatan ini. Saat itu saya berfikir akan melakukan tugas yang sama seperti pada wisudaan Oktober 2009 lalu. Kenyataannya pada hari – H posisi saya sebagai perwakilan himpunan sudah tergantikan oleh divisi keamanan OSKM 2010, ya sudah anggap saja ini rejeki ikut arak2an kedua kalinya. Namun saya menilai wisudaan saat itu benar2 wisudaan ‘terpahit’ buat angkatan 2008 yang jadi panitia ( menurut versi saya ). Bagaimana tidak, ketua wisudaan menderita sakit sejak H-3 sehingga ngga bisa datang pas hari-H. Ditambah lagi insiden di hari – H yang cukup menyulut emosi ketika wisudawan mengetahui jumlah massa yang mengarak sedikit dari yang mereka harapkan. Finally, the show still go on !

Sampailah kita pada tanggal bersejarah buat HIMAFI 2008 : 8 Agustus ! Ya, 8 Agustus 2010 merupakan setahun kebersamaan angkatan saya. Uniknya lagi ini adalah tanggal pelantikan HIMAFI 2009 dan ulang tahun ketua angkatan saya yang 20 ! Baiklah, 2 foto di bawah ini sudah memperlihatkan kelabilan anak2 FI ’09 pada tanggal tersebut

Akhirnya masa kuliah semester 1 2010/2011 tiba dan saya arungi dengan 20 SKS plus harapan untuk mengubur ‘dosa’ 2 semester berikutnya. Sayangnya permulaan kuliah semester tersebut harus diwarnai dengan sebuah ‘insiden’ kecil yang mengakibatkan saya memutuskan untuk PRS menjadi 19 SKS.

, ,

2 Komentar

Desember… (part #1)

Terhitung sejak pertama kali saya membuat blog ini udah ada 57 posts dan hampir setiap bulannya minimal ada 1 postingan baru. Namun bagaimana sejak bulan Agustus silam….? VAKUM!!! Itulah yang bisa saya katakan terhadap keadaan blog ini sejak saat itu. Begitu beraninya saya menganaktirikan blog yang sudah susah2 saya bikin!!Ngga tahu kenapa begitu teganya saya membuat blog saya sepi seperti sebelumnya. Apa nafsu saya untuk nge-blog udah turun? Apa mungkin saya menemukan hal lain yang lebih menggiurkan daripada sekedar corat-coret di sini ? Mungkin iya, sepertinya ada hal yang membuat saya terlena dan mencampakkan media corat-coret ini begitu saja. Bisa jadi akibat kesibukan kuliah demi memperbaiki nilai di semester 5 ini , mungkin juga karena saking asyiknya dengan keadaan himpunan yang makin ramai dengan kehadiran anggota 2009nya, atau ada hal lain?

Ya, itulah sedikit prolog untuk mengawali coretan saya di bulan ke-12 di tahun 2010 ini. Ngga terasa waktu udah berjalan begitu cepatnya. Sepertinya baru kemarin sore saya mendengarkan lagu “Buka Semangat Baru” sembari menghabiskan 2 minggu liburan di Depok. Belum lagi beberapa kali jalan2 bersama keluarga ,  mendengarkan radio kesayangan saya via radio mobil selama perjalanan dan memuaskan diri berselancar di dunia maya (tentunya juga sambil memuaskan untuk corat-coret di sini).

Rasanya udah begitu banyak yang saya lalui di tahun ini, diawali dengan pertama kalinya saya melihat unit saya (baca : ISO a.k.a ITB Students Orchestra) yang tampil di Jakarta dengan bintang tamu Addie MS dan Aning Katamsi. Berikutnya adalah usia saya yang kemudian  beranjak kepala dua pada akhir Januari 2010 silam. Bahagianya pada hari itu karena saya bebas dari ancaman diceburkan ke sebuah kolam yang terletak tepat di jantung kampus ITB. Namun dibalik semua itu tersimpan suatu kekhawatiran dalam diri dimana saya rasanya belum pantas untuk menginjak usia 20 tahun setelah mencoba melihat diri saya selama ini.

ITB Fair!! Sebuah perhelatan akbar yang digelar di kampus ITB selama dua hari di awal bulan Februari….. Saya tentunya ngga mau melewatkan yang satu ini apalagi HIMAFI membuka stand yang bertajuk  ” Air Bender“. Oke, kesempatan untuk sekedar nampang dengan jahim kebanggaan di stand HIMAFI maupun di area lainnya yang kadang saya lakukan sendirian maupun bersama teman-teman lainnya. Dan akhirnya perhelatan tersebut diakhiri dengan penampilan live dari Cokelat. Apa selanjutnya? LKO HIMAFI part kedua di Lembang! Ya, dalam LKO  ini sempat diwarnai sebuah insiden yang sudah saya post di sini.

Lalu selanjutnya apa? Kopi sore FMIPA 2009 tentunya ! Ya, saya sangat antusias utuk ikut serta dalam acara ini karena saya bisa melihat secara dekat wajah2 baru adik angkatan saya sefakultas. Dan akhirnya saya pun ngga mau sedikitpun melewatkan yang satu ini karena ini adalah sebuah pre-event dari FUSION 2010 a.k.a kadwil untuk FMIPA 2009. Satu hal yang paling berkesan: MAKRAB FMIPA 2009 ! Acara ini ber-TKP di tunnel Sunken-Saraga pada Selasa malam setelah wisudaan April 2010 silam.

PSK Band From HIMAFI : Jemi (Vocal), Yudhis (Guitar 1), Guntur (Guitar 2), Ali (Keyboard), Sandro ( 4 strings bass )

Saya salut buat HIMAFI yang memboyong PSK (Pemuda Salah Kamar) Band yang beraliran dangdut ke acara tersebut. Benar2 beda dengan pengisi acara lainnya, mendadak tunnel jadi kaya acara dangdutan aja…:D

weeeeeew....ternyata featuring Anggi FI'07 sebagai additional vocalnya....:D

Hehee….maaf buat anak FMIPA 2009 yang merasa fotonya sudah saya comot untuk postingan ini ^_^’ .

Maka dari itu, kita berlanjut ke hari-H FUSION dimana saya bertindak sebagai panitia tata tertib kelompok a.k.a taplok. Jujur saja, saya memilih menjadi taplok selain karena ingin dekat dengan adik2 2009nya juga sebagai kompensasi atas penyesalan saya yang sudah melewatkan kesempatan untuk menjadi taplok PROKM 2009.  Parah pisanlah, saya harus meng-follow up materi mengenai comdev dan menyuruh anak2 kelompok saya untuk membuat rancangan comdev sederhana sementara pemahaman saya akan comdev yang dipresentasikan oleh bung Djarot FI’07 saat TFT masih mengawang ! 😦 Belum lagi pasangan taplok saya Meita MA’08 ngacir di tengah acara dengan alasan ada acara di himpunannya dan akhirnya saya harus meng-handle sendiri anak2 ’09 lainnya……@#@#%$%^%$@! . Untung saja di saat genting  tersebut (halah!) Arif Pandu yang kini menjadi ketua angkatan FI’09 mengemukakan idenya mengenai rancangan comdev sederhana tersebut.

Selang seminggu setelah FUSION hari pertama, feel lapangan sebagai taplok mulai berasa. Mulai saya ditegur korlap akibat telat 5 menit dan menghimpun kembali anak2 ’09nya. Full mobilisasi! Ini yang bikin kaki pegel dan lagi2 saya harus menggiring kelompok saya seorang diri karena pasangan taplok saya agak bermasalah dengan kesehatannya. Karena hari ini adalah pengenalan himpunan di FMIPA, maka saya bisa sedikit beristirahat saat berada di pos himpunan. Lalu apa selanjutnya? Mobilisasi ke teropong bintang Bosscha! Tiga buah tronton dan 1 bus non AC belum cukup untuk memobilisasi panitia dan peserta, sehingga panitia harus mencarter angkot tambahan ke sana. Akhirnya saya dapat tempat juga walaupun harus tertidur selama perjalanan……. Sesampainya di sana, masih harus melewati ‘lajur pendakian’  kurang lebih 2 km menuju TKP. Lagi2 yang satu ini rasanya ngga lengkap kalo ngga disertai dengan insiden kambuhnya penyakit asma salah seorang pesertanya. Okelah, intinya saya saat itu cuma ngebanyakin omongan sama 2009nya dan berusaha menjawab kalau mereka tanya tentang sesuatu yang seharusnya saya jawab ( yang terakhir ini bagian dari SOP coy!! ). Akhir acara pun tiba dan saya pun harus berpisah dengan adik2 2009 lainnya saat tiba di kampus karena mereka pulang ke rumah masing2 secara sporadis ( yang jelas ngga pake pamit dulu sama saya ^_^’ ). Dalam keadaan capek, saya harus ikut evaluasi di amphitheater GKU Barat dan sambil mendengar pengalaman mendebarkan dari Adi FI’08 ( sekarang mantan danlap PPAM HIMAFI 2010) yang bertindak sebagai panitia keamanan.

Kelar acara tersebut saya langsung tepar kurang lebih setengah hari di hari berikutnya dan sisanya dimanfaatkan untuk ngelapuk di depan laptop. Maksud hati ingin melanjutkan laporan dan pengolahan data RBL Sistem Instrumentasi, namun rasa malas dan lelah yang tersisa sudah mengalahkan tekad saya untuk segera menyelesaikannya. Saya lihat inbox di FB saya dan ada message dari group ITB Fair 2010 yang menyatakan bahwa PSB ITB 2010 sedang butuh SDM untuk panitia di beberapa divisi. Lantas saya ngga ingin melewatkan kesempatan ini dan segera mengirim SMS ke contact person untuk mendaftar sebagai panitia di divisi logistik a.k.a angkut2 barang. H-1 PSB saya menginap di himpunan dan lagi2 saya begadang yang tidak produktif, niat begadang lanjutin laporan RBL malah main2 ngga jelas ( udah lama buka laptop tapi progress laporan sangat kecil, ngga tau kenapa apakah bete atau stuck ). Alhasil saya baru tidur menjelang subuh dan bangun jam 9 pagi. Tanpa basa basi langsung saya menuju ke stand kuliner untuk sarapan. Pengennya mandi di kampus, tapi udah keburu dipanggil Yovan PL’08 selaku kadiv saya untuk loading barang di atas panggung, akhirnya sampai acara selesai saya belum mandi sama sekali. Saya akui menjadi anak logistik memang makan hati karena harus mondar-mandir angkut barang yang kadang2 beratnya nyiksa sehingga ngga bisa menikmati acara dengan baik.

Perhelatan PSB 2010 usai dan saya harus berhadapan dengan ujian2 plus laporan RBL yang nggak kelar2 bersama presentasi yang menghantuinya. Menariknya pada masa2 sulit ini ada beberapa kejadian yang cukup unik. Pertama, untuk pertama kalinya merasakan banjir di daerah pinggiran kota Bandung sebelah selatan, tepatnya di Jalan Margacinta. Mau tak mau daripada naik angkot yang mogok terus gara2 banjir selutut, terpaksa jalan kaki dari Ciwastra ke Buah Batu. Kedua, ketika ketua angkatan saya Lutfi FI’08 mengikuti seleksi danlap OSKM 2010. Berbagai tugas dan pertemuan dadakan harus dia kerjakan dan lalui, hingga pada suatu malam saya menjadi terlibat dalam sebuah misi khusus di SD Banjarsari. Ketiga adalah jalan2 angkatan 2008 ke Situ Patenggang dan menginap di rumah neneknya Lutfi di Ciwidey.

Selanjutnya apa teman? PPAM HIMAFI 2010 ! Saya ngga akan ceritakan di sini, tetapi pada edisi selanjutnya. Yap, intinya saya menjadi panitia lapangan divisi keamanan. Pada masa tersebut perhelatan Piala Dunia 2010 digelar di Afrika Selatan dan kembalilah saya teringat pada euforia masyarakat yang sama dengan 4 tahun yang lalu.

To be Continued : Desember…(part#2)

Weitsssssss….., ntar dulu ada yang kurang nih sebelum bersambung

Inilah wisuda April 2010 dengan 2 orang wisudawan dan merupakan momen pertama kalinya saya ikut arak2an wisuda di ITB 😀

, ,

1 Komentar

Memori lembang

Lembang, 20 Februari 2010 di sebuah villa tepatnya sekitar pukul 10 malam…,

Ada kurang lebih 100 mahasiswa fisika ITB dari berbagai angkatan yang tergabung dalam satu himpunan berkumpul dalam ruang tengah villa tersebut. aku ada di antara mereka sebagai angkatan termuda. Saat itu perut kami sudah kenyang karena sebelumnya sudah makan malam yang cukup gila2an. Oke, kami duduk di ruang tengah itu dan di depan kami ada 4 orang pria, mereka tidak lain adalah angkatan 2003 yang telah lulus dan merupakan sesepuh di himpunan kami. Hanya 2 orang yang aku kenal yaitu Kang Izul (Zulkaida Akbar) karena beliau adalah mantan presiden KM ITB 2007-2008 dan satu lagi adalah Kang Zamzam.

Dalam suasana yang cukup santai tersebut, mereka secara bergantian berbagi cerita kepada kami mengenai pengalaman mereka selama berkarier di kemahasiswaan ITB. Cukup menarik karena mereka boleh dibilang bergerak mulai dari bawah, seperti contohnya menjadi bagian pembuat dan penempel poster di areal kampus. Akhirnya karir mereka naik secara bertahap menuju posisi yang cukup strategis di kemahasiswaan ITB. Apa yang mereka ceritakan sejujurnya ada sebagian yang membuat aku tersadar akan apa kekuranganku selama 7 bulan berkarier di himpunanku.

Malam semakin larut dan akhirnya klimaksnya terjadi saat Kang Zamzam memulai pembicaraanya. Setelah memperkenalkan diri, beliau meminta kepada semua massa di hadapannya untuk berdiri dan kami bangkit dari duduk.

Kang Zamzam : “Nyanyikan lagu Hidup HIMAFI !!!!”

Kamipun menyanyikan lagu kebanggaan kami sambil bertepuk tangan…

Seluruh massa :

” Di dalam keremangan di bawah terik matahari…/ Letih dan lelah yang kurasakan tak membuat hatiku gentar… / S’gala rintangan akan ku hadapi, s’mangat jiwa HIMAFI…/ Hanya ada satu cita di dalam hati HIMAFI kita HIMAFI… / Hidup HIMAFI, hidup HIMAFI, HIMAFI wahana kami…. /Hidup HIMAFI, hidup HIMAFI, HIMAFI wahana kami………”

Kang Zamzam : ” SEMUA DIAMMM……!!!!!”

Baru saja kami mau berhenti mengatupkan tangan, beliau memberi komando tersebut. Suasana mendadak jadi hening.

Kang Zamzam : (sambil menunjuk salah seorang di antara kami ) ” Apakah kamu cinta Indonesia ? ”

Seorang pria 1 : ” Ya!”

Kang Zamzam : (menunjuk seseorang lagi ) ” Kamu cinta ?”

Seorang pria 2 : (dengan tegasnya menjawab) ” Ya, saya cinta Indonesia!”

Suasana saat itu mendadak sedikit menegang, persis saat kita dulu menjalani kaderisasi demi mendapatkan jaket biru kebanggaan kami. Rasanya saat itu benar-benar tidak ada pembeda antara satu angkatan dan angkatan lainnya, entah itu swasta ataupun angkatan baru. Semua seolah bernasib sama, yaitu seperti sedang menjalani kaderisasi untuk ke sekian kalinya.

Setelah beberapa orang beliau beri pertanyaan yang sama, akhirnya beliau menunjuk salah seorang wanita berjilbab yang tak lain adalah angkatanku (2008 tentunya).

Kang Zamzam : (sambil menunjuk ke orang yang dimaksud) ” Kalau kamu cinta Indonesia?”

Seorang wanita : “Ya, saya cinta Indonesia…”

Kang Zamzam : ” Kamu cinta…?”

Seorang wanita : ” Yang saya cinta…”

Kang Zamzam : ” Kamu cinta saya atau tidak……?”

!@!@$#&%^(?><+=)(^())!@!!”:{}{~@!&……………………………………

Mendadak seluruh ruangan begitu riuh dengan tawa dari semua massa yang ada. Suasana yang sebelumnya agak menegangkan, akhirnya cairlah ketegangan itu. Kang Zamzam bilang kalau sandiwara tadi merupakan cara beliau untuk membangkitkan semangat kita lagi untuk mengikuti acara malam itu. Mungkin saja beliau melihat kami sudah loyo bahkan ngantuk apalagi udara di sekitar dingin sekali.

Akhirnya acara berlanjut hingga selesai sesi tersebut. Setelah itu, sebagai penutupan Irfan ketua angkatan 2006 memberikan sedikit wejangan untuk angkatan di bawahnya. Aku begitu tak menyangka bahwa Irfan yang selama ini demen banget ‘geloin’ saya karena say sering ngga ngumpulin laporan praktikum elka semester lalu, ternyata adalah orang penting di angkatan 2006 (walaupun setahu saya dia tidak memegang BP HIMAFI setahun sebelumnya ). Dari wejangan yang dia sampaikan, saya hanya menangkap satu hal : Barangkali inilah sebuah salam perpisahan dari angkatan 2006 yang tak lama lagi lulus satu per satu.

Ya, penggalan cerita di atas merupakan penggalan pengalaman saya saat mengikuti LKO HIMAFI di Lembang tanggal 20 Februari 2010 silam…

Upssss…., lupa.  Ini adalah sebagian dari hasil foto2 rekan seangkatan saya saat di villa tersebut. Maaf, saya ngga ada di foto ini 😀

,

1 Komentar

Kucintai Segala Konsekuensinya….

Benar, memang bagi saya ada yang istimewa dalam lagu “Kucinta Kau Apa Adanya”. Ngga cuma karena yang menyanyikannya adalah seorang penyanyi yang saya idolakan yaitu Elfonda Mekel a.k.a Once DEWA19, tetapi lagu ini memberi sebuah kenangan tersendiri buat saya. Saya pertama kali mendengarkannya kira2 menjelang akhir tahun 2007 silam, tepatnya ketika saya masih duduk di kelas 3 SMA dan apa yang diceritakan dalam lagu ini benar2 mengena dengan apa yang saya alami saat itu (hehee…bosen lagi2 curhat mode: ON 😀 ). Saya mengaku saat itu begitu mengagumi seorang wanita yang tak lain adalah teman lama saya. Namun sayangnya saya merasa bahwa dia agak mengacuhkan saya sejak tidak sekelas lagi dan sepertinya dia mulai kembali dekat dengan teman saya sendiri.

Awalnya saya begitu kecewa melihat hal itu (maklum anak muda), tapi setelah mendengarkan lagu ini saya jadi kembali optimis menghadapi realita tersebut. Saya kembali percaya diri dan yakin bahwa suatu saat nanti dia pasti akan berubah (ngarep mode : ON ). Okelah ini lirik beserta kord lagu Kucinta Kau Apa Adanya….


D E A G F#m E A

D C#m Bm
Kau boleh acuhkan diriku
G D Em
Dan anggap ku tak ada
G A Bm Em
Tapi takkan merubah perasaanku
A
Kepadamu

Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah
melepasku

D
Aku mau mendampingi dirimu
Bm Em A
Aku mau cintai kekuranganmu
D F# Bm
Selalu bersedia bahagiakanmu
F# G
Apapun terjadi
Gm A D
Kujanjikan aku ada

D Em A G F#m E A

Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah
melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu

Interlude : D Em A 2x
D Em A Bm Em G Gm

Ngga cuman kisah saya yang di atas tadi yang bikin lagu ini punya kenangan tersendiri buat saya. Ceritanya begini, pas UAS praktek Bahasa Indonesia di SMA saya dulu semua peserta ujian harus mencari makna tersirat dan tersurat dari setiap syair lagu. Waktu itu kalau ngga salah ada 3 lagu, dan salah satunya adalah lagu ini. Entah mujur atau gimana, guru penguji saya kebagian lagu ini. Oke, berhubung ini lagu favorit saya waktu itu saya agak2 girang dalam menjalani ujian sesi kali ini.

Pertama-tama saya ditanya mengenai makna tersurat dalam lagu ini. Saya pun dengan bangganya menjawab (sedikit curcol juga) :

“Lagu ini mengajarkan kita bahwa jangan sampai kita megacuhkan seseorang yang punya perasaan terhadap kita.”

Setelah itu ibu guru penguji saya menanyakan suatu hal:

“Oke, itu kalau makna tersuratnya kalau makna tersirat bagaimana?”

Entah kenapa saya saking semangatnya saya langsung saja menjawab tanpa tahu kalau sebenarnya saya salah kaprah dalam membedakan makna tersurat dan makna tersirat:

“Hmmm…., ya itu tadi bu. Jadinya kita musti peduli sama perasaan seseorang dan jangan sampai acuh.”

Si ibu lalu berkata begini:

“Lha…, itu kan makna tersuratnya. Kan tadi udah disebutin apa. Kamu tau ngga makna tersirat itu apa?”

Seketika saya bingung ngga bisa apa2. Seolah-olah saya udah kehabisan “ide” untuk menjawab pertanyaan yang diajukan beliau.

Melihat keadaan saya yang ngga berkutik sedikitpun, akhirnya beliau berkata pada saya:

Indra, kamu sekarang punya cita2 apa?

Saya jawab saja:

Euhhh…., jadi musisi bu….

Kemudian beliau bilang lagi (seingat saya lhooo…):
“Oke, sekarang cita2mu ada di sini dan kamu ada di sana. Jadi, untuk mencapai apa yang kamu inginkan ini pastinya perlu perjalanan karena tujuanmu itu masih jauh. Nah, dalam melakukan segala sesuatu termasuk di dalamnya perjuanganmu untuk mencapai cita2mu pastinya ada resiko yang harus dihadapi selama kamu masih menginginkan apa yang kamu cita2kan itu”
Saya pun mulai mengerti sedikit :

“Hmmmmmm………………………”

Beliau bilang lagi:

“Kan di lagu itu ada liriknya ‘ aku mau cintai kekuranganmu’ berarti kalau kita mencintai seseorang kita harus mau menerima kekurangannya apa adanya. Sama halnya dengan tadi, kalau kita mau sesuatu kita harus mau menerima segala konsekuensi saat kita mendapatkan apa yang kita mau itu”

Di sinilah saya baru mengerti:

” Ooooo…, begitu yang namanya makna tersirat. “

Heheee…, sempet malu juga gara2 ujian praktek masih sempet2 aja curcol. Tapi mau gimana lagi kalau memang keadaan saya yang seperti itu :p . Yah…., memang ada kesimpulan yang bisa saya ambil dari peristiwa ini. Salah satunya adalah belajar untuk menerima segala konsekuensi atas segala apa yang kita pilih dan lakukan, sebagaimana kita mencintai seseorang dengan segala kekurangan yang dimilikinya.

Tinggalkan komentar

The Story of 070707

Inilah cerita tentang liburan yg diadakan anak2 smansa Depok kelas XI IA4 yg akrab bernama FLA4 (Friendship and Love at Science Four). Semua ini hanya bermula dari kasak-kusuk pada hari terakhir ujian akhir semester 2 di tahun 2007 dan rencananya mau diadakan saat liburan yang tinggal kurang lebih 2 minggu lagi. Saya pada awalnya begitu pesimis akan bisa atau tidaknya acara tersebut terlaksana karena pengalaman waktu SMP yaitu mengadakan acara serupa namun persiapannya memakan waktu sebulan. Kebetulan juga saat itu saya bakal ada acara di Jogja pas liburan akhir semester ini. Benar2 persiapan yang cukup mendadak dalam benak saya…:(

Selama kurang lebih 2 minggu rasanya ngga ada kabar saya lebih memilih untuk pergi ke Jogja pada awal liburan. Saat sedang menikmati liburan Jogja, saya mendapat SMS jarkom akan kepastian acara tersebut. Setelah pulang dari Jogja, saya langsung disibukkan dengan berbagai acara kumpul2 untuk membahas acara liburan tersebut. Berdasarkan hasil musyawarah akhirnya jatuhlah keputusan sbb:

1. Berangkat sore 7 Juli 2007 pukul 15.00 kumpul di Smansa

2. Tiap anak bayar 70 rb perak

3. Nginap 2 hari 2 malem di villanya si Imbang

4. Saya dapet tugas: bawa PS2 ma LCD nya

5. bawa bekal makanan sendiri2

Hari yang dinanti tiba! Rencananya mau berangkat jam 3 dari Smansa Depok. Saya langsung ngacir ke Smansa kira2 setengah jam sebelum waktu tersebut. Tapi apa yang terjadi? Jawabannya adalah NGARET!!!:( Ngga tau kenapa bus yang dicarter baru datang sekitar jam 5 sore. Suasana saat itu juga sedang turun hujan dan membuat semua yang sudah menunggu harus berteduh di Masjid Al Muhajirin. Udah, ngga pake lama lagi, akhirnya kita semua cabut juga:).

Rute yang ditempuh saat itu adalah: Jalan Nusantara – Jalan Dewi Sartika – Jalan Tole Iskandar – Jalan KSU – Boulevard Kota Kembang – Kalimulya – Jalan Raya Tegar Beriman – Jalan Raya Bogor – Akses Tol Sentul – Gerbang Tol Sirkuit Sentul – Tol Jagorawi. Beberapa insiden kecil terjadi sebelum mencapai separuh perjalanan. Pertama, akibat jalan di daerah KSU belok2 ngga karuan dan mungkin sopir terlalu membanting setir, botol berisi saus pempek yang diletakkan di rak di atas kepala jatuh dan pecah. Kedua, Ira asmanya kambuh, akhirnya seisi bus heboh kecuali pak sopir dan beberapa teman di dekat saya membantu menangani insiden tersebut.

Berhubung saat itu adalah malam Minggu, macet memang tidak bisa dihindarkan terutama di daerah petigaan Gadog sampai Megamendung. Saat mencapai daerah Megamendung, saya mendengar suara sirine dan saya sempat merasa gembira karena kemungkinan itu adalah mobil polisi yang akan membuka satu arah ke Puncak. Namun sayangnya itu adalah ambulans yang lewat. Beberapa lama kemudian, terdengar sirine lagi tapi lagi2 ambulans yang jalan beriringan ke arah Bogor. Aneh sekali sudah 3 kali ada iring2an ambulans!

Akhirnya kami sampai juga ke villanya si Imbang, namun bus nggak boleh masuk ke kompleknya alias harus nangkring di depan pos satpam. Mau tak mau, akhirnya saya dkk harus berjalan kurang lebih 500 meter sambil membawa bawaan masing2. Hmm, suasana yang sepi di sana dan udara yang dingin semakin membuat kesan yang agak mengerikan, belum lagi saat melihat villa2 yang tidak berpenghuni. Oke, sampailah di TKP!:) Sebagian dari teman2 bersih2 ruangan dan menyalakan air, sisanya termasuk saya menjadi sekumpulan pengangguran:).

Suasana villanya neeee…

Konsentrasi mulai terpecah ada yg main PS ma maen kartu. Yg maen kartu kalau kalah musti dicolekin bedak mukanya. parahnya lagi Xin2 sudah menyiapkan bedak rias berwana pink dari rumahnya. Aku tanya ke dia, ” Bedak nyokap lw bawa?”. Dia menjawab,” Bukan, bedak pembokat gw!”. Hueeeeeekkkhhhhhhh………. Pertama-tama main cangkulan (abis gw cma bs yg satu ini), pertama gw bs menang tp terakhir2 gw kalah terus 😦 . Gara2 dah cape, yawdah tidurlah gw di sofa.

Malam beranjak larut, suasana rumah menjadi sepi gara2 para cewe dah pada tidur sementara ada beberapa cowo keluar rumah untuk ekspedisi malam. Kira2 pukul 3 dini hari, gw terbangun karena perasaan ga enak bgt. Pengen tidur di luar dingin tp mw tidur lg ga bs tdr. Keheningan malam pecah setelah TB cs balik ke villa setelah expedisi malam. Mereka heboh sendiri setelah mengaku melihat daun dari salah satu pohon pisang di salah satu sudut komplek yang mirip dengan penampakan pocong. Otomatis makhluk2 manis FLA4 ikut terbangun belumlagi si Itho yg heboh sendiri ketakutan gara2 ada yg ketok2 jendela kamarnya. Akhirnya gw dan sebagian anak2 keluar karena penasaran. Namun, saat TB menunjukkan lokasinya ternyata tidak terlihat apa2. Akhirnya semua kembali ke villa dan acara tidur dilanjutkan…..zzzzzzzzzzz…….

Paginya acara dimulai dengan acara berebut kamar mandi berhubung hanya ada satu kmr mandi. namun, ada beberapa bagian dari anak2 memilih jalan2 keliling komplek dalam keadaan belum mandi (termasuk gw dan si Epen). kami keliling2 sambil foto2, parahnya gw disuruh jepretin terus mana repot pegangin HP ma kamera:(.

Hasil poto2 n_n

Siangnya kami pindah ke villa Imbang yg kompleknya berada diseberangnya. Ini bukan sembarang villa! Villanya mewah plus hotel di depan komplit dengan kolam renang, lapangan basket, dan taman bermain! Setelah makan siang dan gw mandi langsung bergabung dgn anak2 lainnya. awalnya gw ga niat renang, tp tmen2 cowo bujuk gw trus dan akhirnya gw tergoda untuk bergabung. Saat berenang pun disertai dengan insiden celana sobek dan terkilir yg dialami temanku.

Villa yg mewah itu…..

Malam mulai beranjak, tepat pukul 9 malam Ghiska mengajak seluruh warga FLA4 untuk ngumpul2 gelar tikar di halaman belakang villa. dimulailah sebuah acara inti dari liburan kali ini yg mneceritakan kilas balik dari perjalanan selama setahun di kelas ini. Semua anak duduk membuat lingkaran dan bepegangan tangan satu sama lain. Berselimut udara dingin di Puncak, secara bergantian Ghiska, Xin2, Ira, dan Ayu bergantian memberi `taushiah`nya. Suasana menjadi hening kecuali suara mereka berempat dan juga terkesan begitu mengharukan hingga beberapa di antara teman2ku meneteskan air matanya. akhirnya gw dan TB memberi sebuah testimoni mengenai setahun di kelas itu. Berhubung udara dingin, kami sepakat pindah ke ruang tamu villa. Acara dilanjutkan dengan tukar kado dan penganugerahan award untuk anak2 yg terbilang ‘spesial’. Satu yang menarik pasangan terheboh FLA4 jatuh pada pasangan THEO dan ITHO! Bener2 ga terduga!

Acara selesai, dan semuanya bergerak menuju kamr masing2. Namun sebagian anak memilih untuk expedisi malam. Jadi, di villa tinggallah 2 cowo: gw dan Chandra, beserta cewe2 lainnya. Esok paginya, saat matahari mulai menyinari bumi, kami bersiap-siap pulang. Sebelum menaiki bus, kami sempatkan foto2 dulu.

Dalam perjalanan pulang, kami sempat turun sejenak di turunan Ciloto, untuk menyaksikan bangkai bus pariwisata yg masuk jurang. Bus tersebut mengangkut rombongan sebuah SMP swasta di Depok yg akan berwisata ke Cibodas pada tanggal 7 juli 2007 dan kecelakaan tersebut juga merenggut nyawa beberapa sisawa sekoalh tersebut. memoriku langsung tertuju pada saat berangkat Sabtu malam kemari lusa. Pantas saja banyak ambulan beriringan ke arah Jakarta.

Kami sampai di Depok kira2 pukul 8 pagi. Sepanjang perjalanan terus terbayang memori malam sebelumnya, ketika aku mengingat saat memberi testimoni dan mendengar tanggapan teman2ku aku merasa terenyuh ( mengharukan…….). belum lagi entah kenapa lagu Tapi Bukan Aku milik Kerispatih terus terngiang di telingaku. semua itu terus terbayang walau aku sudah berada kembali di rumahku….

My special thanks:

Ghiska Ramahdita ( T.Metalurgi UI ’08)

Cyntia Anindita a.k.a Xin2 ( T. Metalurgi UI ’08)

Qhorryna M. Rais a.k.a Ncex (President University ’08)

Ira Maya Saputri (Arsitektur UI ’08)

Ayu Rini Agustin (Akademi Analis Kimia Bgr ’08)

Adimas Imbang F a.k.a Imbang/Dewa ( DKV ITB ’08)

Tribuana Yogaswara a.k.a TB ( Kedokteran UNSOED Pwt ’08)

Steffan Kharismayoza a.k.a Epen (UNDIP Smg ’08)

Kisah di atas adalah sepenggal kisah hidupku yg kujalani bersama almamater FLA4 Smansa Depok (15 Juli 2006 – 08 Juli 2007). Walau kini beberapa kita sudah berada saling jauh satu sama lain dan berada pada dimensi waktu yg berbeda, aku selalu berharap entah beberapa tahun lagi kita kan kembali bersama dalam keadaan yang telah berbada-beda pula…..

-Indra Pratama A-(alumni XI IA4 06/07, FI ITB ’08)

Tinggalkan komentar

Selamat Pagi, Surabaya!

Awalnya udah kepikiran untuk  ke sini pas liburan, lumayan 2 bulan lamanya libur bosen banget kalau cuman dihabisin di Jakarta atau Bandung apalagi sudah hampir 2 tahun nggak ke sini. Ternyata gayungpun bersambut, ortu kebetulan ingin sekeluarga ke sini karena ada saudara yang ‘mantu’. Tapi saat itu kebetulan jurusanku di ITB mengadakan ospek jurusan 😦 , ya udahlah ntar tunggu kabar berikutnya.

balaikota sby

Wew, akhirnya saat yang dinanti tiba. Osjur minggu pertama kirain bakal seminggu full ternyata cuma sampai hari Rabu. Namun, ternyata pertemuan berikutnya hari Senin tanggal 20 Juli 2009 yang notabene hari libur nasional a.k.a tanggal merah!

Tenang aja ah! Lagian nggak masuk akal banget kalau ada pertemuan hari itu, lagian juga bakalan dikit banget yg dateng, liat aja nanti!

Akhirnya pada hari Jum’at 17 Juli 2009 saat Indonesia kembali dikejutkan dengan ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, saya memutuskan untuk berangkat sore itu juga dengan bus malam. Didorong rasa kangen bertemu dengan saudara2 di sana yang sudah lama tidak dijumpai sejak masuk kuliah, saya hampir tidak peduli kalau sedang tidak enak badan. Masa bodo, yang penting saya bawa obat yang kemarin saya dapet di RS Borromeus (heheeee….siapa tau di Surabaya bisa sembuh).

Setelah sholat Jum’at dan pengepakan barang beres, langsung meluncur menuju basecamp angkatan FI08 di bilangan Cipaganti untuk mengurus perizinan dengan ketua angkatan. Abis itu, langsung cabut ke pool bus malam untuk konfirmasi dan bayar tiket.

Hueheheeee….perjalanan malam kurang lebih 500 km ditempuh sebagian besar di jalur pantura setelah sebelumnya lewat Cadas Pangeran. Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 18 jam, tibalah saya di kota pahlawan itu. Hampir2 tidak menyangka sudah tiba di salah satu kota pelabuhan di Jawa Timur tersebut ketika bus memasuki pintu tol Romokalisari, saat itu AC bus hampir tidak terasa karena hangatnya sinar matahari di pagi hari itu.

Saat memasuki jalanan di dalam kota, terus terang saya merasa pangling dengan kondisi Surabaya saat ini. Sepertinya sudah hampir tidak ada lagi lahan2 gersang yang menganggur. Yang terlihat sejauh mata memandang adalah taman2 kota yang hijau.

tmn_yos2

tamanprestasi

tamanpersahabatan

Well…melihat taman2 di atas rasanya slogan “SUROBOYOKU BERSIH DAN HIJAU” yang selalu terpampang di beberapa sudut kota tidaklah tinggal tulisan belaka. Saat ini orang selalu mengeluhkan jika kota Surabaya itu panas, tetapi dengan adanya taman2 di atas panasnya Surabaya hampir tidak berarti lagi karena timbulnya kesan menyegarkan bila kita memandang taman2 tersebut.

Nggak cuma taman2 itu saja, tetapi hampir di setiap sudut kota penuh dengan penghijauan seperti halnya di pembatas2 jalan dan beberapa lahan yang terkesan menganggur. Dari apa yang saya lihat, saya merasa salut kepada warga dan pemerintah Kota Surabaya yang telah bekerja keras dalam melakukan penghijauan. Rasanya saya belum pernah melihat penghijauan seapik ini di kota2 lainnya. Tentunya saya berharap keadaan ini bisa terus dipertahankan untuk menciptakan kota Surabaya yang asri dan sejuk di mata, juga kota2 lainnya bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh warga dan pemkot Surabaya dalam menghijaukan daerahnya.

Dan pagi itu juga saya mengucapkan dalam hati : Selamat Pagi, Surabaya!!!

, , ,

Tinggalkan komentar

Puzzle…

Kalau kita inget mainan yg satu ini pasti terkenang banget saat kita berjuang susah payah demi menyelesaikannya. Kita menjadi tertantang untuk menyusunnya saat pertama kali melihat gambarnya yg keren, sizenya gede dan jumlahnya yg fantastis. Pertama-tama kita membongkar isi kardusnya dan menumpahkan isinya. Secara random kita memulai dengan kepingan pertama lalu mencari dimanakah pasangannya dengan mengubek-ubek keping demi keping.

Suatu kemujuran bila kita menemukannya, lalu ketemu lagi, ketemu lagi, nyambung, dst. Jika kita lebih mujur lagi terkadang kita menemukan kepingan2 yang secara kebetulan masih saling menempel satu sama lain sejak dari dalam kardusnya walau nggak semua bagian (baik banget si om :D). Jika kejadiannya demikian,maka dengan liciknya kita enggan membongkar yg sudah menempel tersebut alias langsung taruh dan mencari bagian lain yg mash rumpang. Lumayan, efisiensi waktu. Memang jika kita mengalami hal2 seperti di atas rasanya semangat sekali untuk menyelesaikan keping demi keping bahkan kita bisa merasa jadi orang paling mujur sedunia.

Ada kalanya saat kita sedang bersemangat menyelesaikannya mendadak kita tidak menemukan keping yg kita anggap nyambung dengan yg sebelumnya.  Ada beberapa bagian yg sudah selesai tapi masih terpencar-pencar alias belum menyatu semua bagian, malah ada bagian yg belom dibikin sama sekali karena kemiripan warna antar keping yang boleh dibilang hampir tidak ada.

Dalam kondisi seperti ini biasanya terlontar kata2 seperti ini, ” Ini dah jadi, tapi gimana ya nyambungin bagian A sama B?” , ” Parah banget nih, bagian yg satu ini ngga ketemu2! Bingung mau bikinnya gimana, bete dah!” , bahkan ada juga yg seperti ini, “Nah, ini dia ketemu! Tapi koq ngga bisa nyambung, perasaan yg ini buat disini. Coba begini. Nah lo, koq ngga bisa masuk??? Kalo gini…Aduh, ngga bisa juga! Yah ternyata salah di sini! !@@$$#%%%&&&**&^……….@_@ ”
Heheeee…. kalau dah gini males dah nerusinnya
Udah ah, biarin berantakan aja !

Saat kita jenuh, tiba2 saja kita jadi kepengen lagi untuk merangkainya (ngga tega liat kamar berantakan nih jadinya?? :D). Akhirnya, entah seperti dapet wangsit dari mana, tiba2 saja kita merasa lancar kembali menggarap gambar2 yg msh tercerai berai tersebut. Yang semula terasa seperti menemukan jalan buntu, kini terasa seperti melaju di jalan tol. Tanpa terasa selesailah semuanya dan kita pun bahagia.

Sama dengan diri ini ternyata. Belakangan ini sempat terpikir untuk membuat sebuah postingan yg menurut saya cukup bermutu. Berbagai ide sudah dipikirkan sembari membuang waktu saat terjebak macet malam minggu yang lalu di perempatan PasirKoja. Awalnya terasa begitu mudah, rasanya ide mengalir begitu saja ke dalam otak dan saya pun dengan riangnya merangkai satu demi satu. Rasa bangga jika nanti berhasil diposting dan menuai komen pun sudah mulai tergambar di benak.

Tapi saat ini mengapa jadi sebaliknya??? Mendadak seperti ada ganjalan, saya bingung bagaimana selanjutnya. Ide2 mentah yang sudah terangkai jadi terkesan sia2 karena tiap rangkaian ide yg saya bikin belum nyambung satu sama lain. Hmmm…barangkali masih perlu belajar lebih lanjut agar bisa menemukan ide2 lain yg lebih segar, mungkin ngga sembarangan nyambunginnya karena masih ada beberapa hal yg masih di luar jangkauan saya.

Horee….akhirnya saya dapet ide. Kayanya ini bagus banget, baru tau gw. Tapi koq malah keliatannya lain, ini bagus tapi kayanya jadi malah ngga nyambung😦 . Nah lo, jadinya gimana nih? Maunya yg seperti apa? ngga bisa dong semua dijejelin, ntar malah topiknya berakar kemana-mana

Ya sudah, mungkin nggak cukup di situ aja perjuangan demi sesuap ide. Rasanya masih harus cari banyak2 info yang dicari. Sempat ide untuk itu bisa timbul, tapi terkadang bila kita coba teruskan menyusunnya malah ketemu jalan buntu lagi. Intinya sama kaya kasus nyusun puzzle tadi, sedikit demi sedikit terkumpul per bagian lama2 jadi satu gambar utuh! Saya pun menyadarinya betapa tidak gampangnya membuat postingan yg lebih bermutu dari sebelumnya, tapi bukan ngga mungkin karena saya yakin ide2 itu pastinya akan terangkai satu demi satu ibarat puzzle tadi. Mungkin saat ini belum menemukan ide yang bisa menjembatani antar rangkaian ide yang sudah dibuat.

Okelah biarlah berjalan apa adanya sambil terus berjuang! Ntar juga ketemu koq! Yakinkan saja kalau entar berhasil bikin postingannya pasti bakal bangga banget kaya baru aja nyelesaiin satu gambar puzzle utuh. Let it flow gan, butuh perjuangan untuk menghasilkan sesuatu yg maksimal
Mungkin sekarang aku bakal lebih konsen untuk ngoprek dan ngedit postingan sebelumnya agar jauh lebih bermutu juga

Tinggalkan komentar