Sebuah Pelajaran dari Siaran Radio di Suatu Malam

Sebenarnya ini masih berhubungan dengan postingan saya di bulan Juni 2009 silam yang sudah lama dihapus karen alasan tertentu. Tapi kini saya berniat untuk mengemasnya dalam kemasan yang lebih baru dan segar. Kejadian yang akan saya ceritakan dalam postingan ini terjadi pada suatu malam di bulan September 2008 silam, saat itu saya sedang belajar sambil ditemani siaran radio swasta di Kota Bandung. Entah waktu itu ada acara apaan di radio tersebut, pokonya ada hubungannya dengan percintaan. Kalo ngga salah sih semacam discussion thread yang bisa di-reply via telpon dan tiap sesinya diselingi lagu2 hasil request dari pendengar.

Waktu itu sang announcer membuka thread dengan judul : ” Mana dulu, cinta ato uang dulu?” (persis dah kaya ayam atau telor dulu…). Well, cukup menarik buat saya dan tertantanglah untuk mendengarkan siaran radio tersebut sambil belajar. Berdasarkan judul terus terang saja saya lebih memilih cinta ketimbang uang, karena bagi saya apa sih artinya uang (walaupun begitu berarti saat saya bokek😀 ). Ya, saya pegang uang dulu! Oke, menit demi menit saya pantengin itu siaran radio.

Malam semakin beranjak larut dan siaran tersebut makin seru aja. Beberapa penelepon begantian mengemukakan mana yang dipegang cinta atau uang dulu. Saya yang memang pegang cinta, begitu benci begitu ada penelepon yang bilang, ” Kalo gua pegang uang dulu….”, apalagi dia seorang wanita dan sayapun menganggap dia termasuk cewek matre. Ketika ada yang sependapat dengan saya, saya pun semakin bersemangat dan belum lagi kebanyakan penelepon sependapat dengan saya. Saya tambah semangat ketika sang announcer menyatakan setuju jika cinta dulu dan ia pun menjelaskan suatu kasus yang terjadi apabila uang dulu yang diutamakan.

Ada beberapa pendapat yang cukup menarik dari beberapa pendengar (yang sependapat tentunya), yaitu ada seorang pria yang menyatakan bahwa lebih baik cinta dulu. Alasannya dia adalah, rasa cinta bisa membuat kita jadi termotivasi untuk mencari uang, dengan demikian akhirnya kita bisa membahagiakan pasangan kita dengan materi. Namun, pada saat itu juga saya penasaran dengan alasan para wanita yang memilih uang duluan. Ok, saat yang ditunggu tiba, ada seorang penelepon wanita yang mengemukakan bahwa ia pegang uang dulu. Saking penasarannya saya berusaha mendengarkannya lebih seksama dibanding saya mendengarkan penjelasan dari dosen saya ketika kuliah.

Yap, saya berusaha mendengarkannya secara seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (halah, mulai geje dah…). Apa yang dikatakan wanita itu? Wanita itu bilang maksudnya dia inginnya uang dulu karena dia ingin punya pasangan yang kelak bisa mencukupi nafkahnya. Dia bilang juga sekarang mau tidak kalau seorang wanita punya suami yang pengangguran. Well, rasanya benar juga! Akhirnya saya sadar kalo memang saya sudah salah men-judge seseorang perempuan yang yang bilang “uang dulu” itu matre.

At least, mungkin kalau menurut saya ngga ada salahnya jika dia menuntut uang dulu baru cinta dan boleh saja seorang perempuan menginginkan seorang lelaki yang berduit alias tajir. Itu wajar sob, apalagi zaman sekarang tanpa yang namanya duit kelangsungan hidup kita bakal dipertanyakan. Oke, statement saya yang barusan bukan berarti saya menganggap segala urusan harus diselesaikan dengan uang ( kalau begini caranya sama saja saya melegalkan suap dsb ), namun ini memang fakta dan buktinya saja kita ga bakal bisa makan tanpa adanya duit. Ngga masalah sih, kalau dia milihnya duit dulu ketimbang cinta selama masih dalam pertimbangan yang cukup rasional kenapa dia milih uang dulu. Ternyata memang benar, wanita yang barusan menelepon itu memang menginginkan seorang pasangan yang kelak bisa menafkahinya secara lahir ( materi maksudnya…) dan batin ( cinta pastinya…).

Buat saya secara pribadi seorang wanita baru bisa dikatakan matre apabila ia sudah menuntut materi kepada pasangannya di luar batas kewajaran. Menuntut materi sah-sah saja tetapi hati kita haruslah melek. Apakah itu yang dinamakan cinta terhadap pasangan sendiri kalau sampai seseorang wanita menguras habis2an isi dompet pasangannya? Tentunya tidak karena pastinya akan melahirkan penderitaan bagi si lelaki. Anda sebagai wanita pastinya bisa berdalih bahwa cinta butuh pengorbanan (dari sisi materi tentunya), namun namanya pengorbanan pasti ada batas kewajarannya. Sekarang mana mungkin anda mau mengorbankan harta benda untuk menolong orang lain tetapi akhirnya anda harus hidup menderita karena itu. Bisa jadi juga, anda meninggalkan pasangan anda karena ingin mencari orang lain yang bisa lebih memuaskan anda dalam hal materi. Namun sadarkah anda apabila dia begitu tulus mencintai anda bukan karena materi dan mungkin ia sudah berusaha memenuhi keinginan anda yang bersifat materil tetapi belum seperti yang anda inginkan.

Finally tulisan ini sekedar opini saya dalam menanggapi siaran radio yang saya dengarkan itu. Yang ingin saya sampaikan sebenarnya adalah jangan sampai hanya karena materi, mata hati kita menjadi buta dan akhirnya kita rela menyakiti orang lain hanya demi mengejar sesuatu bernama uang atau materi. Bukalah mata hati kita, renungi apa yang sudah diberikan pasangan kita terhadap diri kita, sadarilah terkadang dia tidak selamanya sanggup menjadi apa yang kita inginkan walau ia sudah berusaha memberi semampu yang ia bisa. Haruskah sebuah kebahagiaan dalam hubungan percintaan selalu diukur dengan ketersediaan materi yang melimpah ruah dan haruskah pula hanya karena persoalan materi sebuah hubungan harus berakhir. Intinya bolehlah kita mengharapkan materi namun perhatikanlah segala batas2 kewajaran kita sebagai manusia, karena apapun yang melampaui batas kewajaran pastinya tidak akan memberikan sebuah kebaikan. Maaf bila saya dianggap telah menyinggung pihak tertentu melalui tulisan ini. Saya tidak bermaksud ingin men-judge seseorang wanita sebagai sosok yang materialistik a.k.a matre, namun tulisan ini saya tujukan kepada semua kalangan termasuk pria. Hal ini tentunya karena semua orang bisa memiliki sifat tersebut tanpa memandang gender.

Oke,  ngomongin soal cinta ama uang jadi keinget lagu barunya  Cinta Laura yang ini nih…:D

Kamu bilang kamu cinta aku
Tapi di mana cintamu
Kau hanya memberiku
Menyogoku dengan
Uang.. uang.. uang..

Kamu salah menilai diriku
Yang kubuthkan cintamu
Kamu pikir yang kamu inginkan
Hanya uangmu

Reff :
Love me is money
Love me is money
That your money katamu
Love me is money
Move me is money
That show money katamu

Kamu salah menilai diriku
Yang kubuthkan cintamu
Kamu pikir yang kamu inginkan
Hanya Uangmu

Ku tak butuh uangmu
(i just need your love)
Ku tak butuh rayuanmu.. rayuanmu
( i just need your love)

Back Reff:

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: