Apa Itu RT/RWnet ?

Istilah RT/RW Net di Indonesia pertama kali digunakan pada tahun 1996 oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menyambungkan rumah-rumah kost mereka dengan jaringan internet di kampus UMM yang telah terhubung jaringan AI3 Indonesia. Sambungan tersebut dilakukan dengan walkie-talkie di VHF band 2 meter dengan kecepatan 1200bps. Kini RT/RW net dapat didefinisikan sebagai koneksi internet rumah yang didistribusikan ke rumah-rumah tetangga kita.

RT/RW net pada dasarnya menggunakan 2 cara untuk mendistribusikan koneksi internet ke rumah-rumah tetangga kita, yaitu dengan:

1) Wireless internet (WiFI) dengan frekuensi 2,4 GHz

Pada awalnya masyarakat Indonesia mengalami banyak hambatan untuk mengembangkan RT/RW net yang menggunakan radio WiFI 2,4 GHz karena berdasarkan UU 36/1998 maupun berbagai PP & KEPMEN dibawahnya hanya operator telekomunikasi yang berhak membangun sebuah infrastruktur telekomunikasi. Hal ini jelas-jelas menyatakan bahwa RT/RW Net yang dibangun oleh rakyat biasa adalah ilegal. Padahal pada saat itu Indonesia sedang berusaha membangun infrastuktur internet yang murah dan merakyat secara mandiri dengan mengembangkan teknologi internet wireless massal. Namun rakyat Indonesia tidak menyerah walaupun harus menghadapi sweeping wireless internet yang dilakukan oleh aparat pemerintah pada tahun 2002-2003. Akhirnya dengan perjuangan keras tanpa pertumpahan darah, pada tanggal 5 Januari 2005 ditanda tangani Keputusan Menteri No. 2 / 2005 tentang Wireless Internet di 2.4GHz oleh Hatta Rajasa. KEPMEN ini pada dasarnya adalah izin menggunakan frekuensi tersebut dengan persyaratan:
1) Daya pancar maksimum 100 mW.
2) w:EIRP maksimum 36dBm.
3) Semua peralatan wajib disertifikasi

Ibarat perjuangan merebut kemerdekaan, bebasnya frekuensi 2,4 GHz bagi para pelaku RT/RW net saat itu masih harus diperjuangkan karena masih terjadi sweeping bagi RT/RW net yang tidak mengantogi izin ISP dari MENKOMINFO seperti yang terjadi pada jaringan di Kepulauan Riau pada 25 Juli 2007. Namun pada hakikatnya setelah dibebaskannya frekuensi 2,4 GHz oleh pemerintah, teknologi RT/RW net dengan WiFI semakin menjamur di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka pembebasan frekuensi 2,4 GHz, silakan lihat disini

Jika menggunakan WiFi ada beberapa keuntungan di antaranya:
1) perangkat cukup mudah didapat
2)jangkauan lebih luas dan fleksibel
3)kecepatan koneksi 1 mbps cukup untuk menggunakan layanan voip dan webcam
4)gangguan fisik dapat dihindarkan karena tidak menggunakan banyak kabel yang melalui area publik

Namun, ada satu kelemahan menggunakan WiFI yaitu kondisi lingkungan harus mendukung seperti tidak banyaknya pepohonan rimbun atau bangunan2 yang berpotensi menghalangi pancaran sinyal alias harus CLOS (Clear Line of Sight)

Skema RT/RWnet dengan WiFI

BTS (Base Transmitter Station) RT/RW net, dari sinilah internet rumah dipancarkan melalui frekuensi 2,4 GHz.

2) Kabel LAN ( distribusi dengan kabel UTP)

Untuk yang satu ini pernah diinstalasi oleh Michael Sunggiardi di Perumahan Baranangsiang Indah, Bogor

Photobucket

HUB dimasukkan ke dalam kotak

Beberapa kelebihan yang didapatkan dari kofigurasi ini di antaranya:
1) kecepatan transmisi data 10-100 mbps
2)lebih memudahkan di sisi pengguna karena hanya memerlukan LAN card yang sudah umum tersedia di PC rumahan
Namun kekurangannya adalah pemasangannya yang rumit dan kabel mudah mengalami gangguan fisik karena melalui area publik.

Skema jaringan dengan kabel LAN

FYI, internet murah seperti yang disebutkan di atas bukan berarti internet gratis melainkan biaya internet menjadi lebih murah karena ditanggung oleh beberapa pemakai. Seperti ini perhitungannya…

Misalnya kita menggunakan koneksi internet dari sebuah ISP dengan biaya per bulan Rp 1.000.000,-. Jika cuma kita sendiri yang menggunakannya, maka kita harus membayar Rp 1.000.000,- per bulan kepada ISP. Namun, jika koneksi kita dibagikan kepada 10 orang ( termasuk kita) maka tiap-tiap jiwa diwajibkan membayar sama rata yaitu Rp 100.000,-. Jelas jadi lebih murah buat sendiri dan orang lain !

Mau tahu lebih banyak..

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/RT/RW-net

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: