Archive for category Wireless Networking

Antena Omni Versi Sederhana

JujurĀ  aja pernah bikin antena WiFI dengan genre yg satu ini, tapi sayangnya hasilnya masih belum memuaskan. Maunya liatin yg bikinan sendiri, tapi waktu itu nggak sempet bikin dokumentasinya dan masih jelek :P

antenna omni hyperlink hg2415u-pro

omni hyperlink HG2415U-pro

OK, antena omni memiliki pola radiasi horizontal yang menyebar ke segala arah alias 360 derajat, sehingga antena ini sering digunakan untuk koneksi point to multi point di sisi Access Point (AP)

omni15

Bahan-bahannya:

1. Paralon 1″ (panjang disesuaikan dengan jumleh elemen antena)

2. 2 buah dop paralon 1″

3. Kawat tembaga (NYA 1×2,5 mm2)

4. Female N-Connector

5. Baut dan mur 2 pasang

6. Pipa paralon diameter 1/2″ 2 buah( masing2 panjang 12 cm)

6. Busa sterofoam (dipotong silinder diameter sesuai diameter dalam pipa, jumlah sesuai panjang paralon)

omni01

Langkah Pembuatan

1.Kupas isolator pelindung di sepajang kawat tembaga dan buatlah segmen2 seperti ini. Buatlah lingkaran sebesar keliling dalam pipa untuk membuat pembatas antar segmen.omni16

Satu segmen berjarak 3/4 lambda (3/4 panjang gelombang; untuk frekuensi 2,4 GHZ, 1 Lambda = -/+ 12,5 cm . Jarak antara N-Connector dan batas awal segmen pertama 1/2 lambda (posisinya nanti di bagian bawah antenna).

2. Pasang N-connector pada salah satu dop paralon

omni02

3. Pasang busa2 sterofoam pada kawat agar posisinya tetap berada di tengah bagian dalam pipa

omni04

omni03

Akhirnya siap juga elemen dalamnya ! :D

4. Masukkan kawat yang sudah diberi sterofoam ke dalam pipa dengan hati2

omni06

omni05

5. Solder kawat untuk bagian bawah (yang panjangnya 1/2 lambda) dengan konektor.

omni09

omni07

omni08

6. Pasang kedua dop paralonnya dan jadilah antena omni kita!

omni10

7. Untuk membuat klem antenna, potonglah pipa PVC diameter 1/2″, panaskan lalu di-press panjangnya kira2 12 cm. Lalu buatlah holder antena dengan pipa berdiameter 1″ (masing2 panjangnya 2 cm) lalu dipotong secara vertikal membentuk penampang seperti huruf C. Holder kemudian dipasang pada pipa yang telah di-press dengan baut.

omni11

omni12

8. Antenna omni siap beraksi!

omni14

omni13

Maaf kalau ada beberapa step yang kurang lengkap ^_^’

sumber:
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Antenna_Omni_Sederhana

http://martybugs.net/wireless/collinear.cgi

kalau mau antenna omni yang lebih bagus lagi liat di:
http://ngoprek.org/2008/06/11/membuat-omni-14dbi

, , , , ,

19 Komentar

Wajanbolic, Pendatang Baru Dunia RT/RWnet

Di tengah-tengah maraknya RT/RW net di Indonesia, lahirlah wajanbolic sebuah antenna WiFI terbaru yang menggunakan wajan sebagai reflektornya. Antenna yang satu ini membuat kita tidak usah merogoh kocek terlalu banyak saat akan melakukan instalasi RT/RW Net di salah satu client kita karena bahan-bahannya untuk membuatnya mudah didapatkan dan relatif murah dibanding membeli sebuah antenna grid 2,4 GHz. Wajanbolic dikembangkan oleh seorang alumni STEMBAYO bernama Pak Gunadi ( lebih dikenal E-Goen) yang berasal dari Yogyakarta.
PhotobucketAda dua macam antenna wajanbolic yang telah dikembangkan Pak E-Goen:

1) Wajanbolic dengan outdoor Access Point
Photobucket
Terdapa konektor antenna (N-Connector) pada feedernya yang terbuat dari pipa paralon
Photobucket
Dengan kabel pigtail (sumpah! Ini tidak asli terbuat dari ekor babi, melainkan kabel coaxial yang biasanya buat antenna) wajanbolic ini disambung ke Access Point outdoor yang seperti ini neee contohnya…
Photobucket
Access Point Engenius EOC1650

2) Wajanbolic dengan USB WiFI

Photobucket
Di dalam feedernya dimasukkan sebuah USB WiFI
Photobucket
Photobucket

Wajanbolic dengan USB WiFI jelas lebih praktis jika dibandingkan dengan radio Access Point karena peralatan yang diperlukan lebih sedikit, selain itu tidak diperlukan power eksternal dari adaptor hanya memanfaatkan DC 5V dari CPU atau laptop. Untuk menyambung antenna jenis ini ke PC / laptop digunakan kabel USB extender yang merupakan modifikasi dari kabel UTP dengan konektor USB di kedua ujungnya.
Photobucket
Upsss…sebelum coba bikin yang satu ini, alangkah baiknya kita ikuti teknik pembuatan USB extender ole Pak E-Goen di sini..
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_USB_extender


Akhir kata, ternyata masih banyak antena-antena WiFI lainnya yang pernah dikembangkan Pak E-Goen. Mau tau lebih banyak soal wajanbolic dan antenna WiFI lainnya, follow these links:

http://www.jogjabolic.com
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Wajanbolic_e-goen


Tinggalkan komentar

Access Point Mini untuk Segala Kondisi

Iseng2 browsing tiba2 gw nemu produk Access Point (AP) ini. Sebenernya saya pernah liat dan merasa tertarik dengan bentuknya yang kecil dan praktis, tapi masih ragu apa barang ini bisa dipake untuk antenna WiFI outdoor.
Photobucket

Yupz, produk ini bernama Ubiquiti bullet2, bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dapat digunakan untuk kebutuhan WiFI indoor maupun outdoor dan body nya kebal air. Sudah tertanam PoE (Power over Ethernet) di dalamnya sehingga kita tinggal tancap kabel UTP dan cuma perlu satu PoE di bawah (deket PC/laptop atau switch). Tidak perlu kabel pigtail karena sudah terdapat N-male connector alias tinggal tancap ke antenna.

Secara fisik ia hanya memiliki panjang sepanjang pena. So, gampang dibawa-bawa untuk travelling dan muat masuk saku. Yang jelas lebih praktis alias instalasinya bisa cepat jika dibandingkan pake AP Radio biasa yang bentuknya kotak dan ga bisa disakuin..

Info lebih lanjut, follow this link:

http://www.ubnt.com/products/bullet.php

Tinggalkan komentar

Apa Itu RT/RWnet ?

Istilah RT/RW Net di Indonesia pertama kali digunakan pada tahun 1996 oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menyambungkan rumah-rumah kost mereka dengan jaringan internet di kampus UMM yang telah terhubung jaringan AI3 Indonesia. Sambungan tersebut dilakukan dengan walkie-talkie di VHF band 2 meter dengan kecepatan 1200bps. Kini RT/RW net dapat didefinisikan sebagai koneksi internet rumah yang didistribusikan ke rumah-rumah tetangga kita.

RT/RW net pada dasarnya menggunakan 2 cara untuk mendistribusikan koneksi internet ke rumah-rumah tetangga kita, yaitu dengan:

1) Wireless internet (WiFI) dengan frekuensi 2,4 GHz

Pada awalnya masyarakat Indonesia mengalami banyak hambatan untuk mengembangkan RT/RW net yang menggunakan radio WiFI 2,4 GHz karena berdasarkan UU 36/1998 maupun berbagai PP & KEPMEN dibawahnya hanya operator telekomunikasi yang berhak membangun sebuah infrastruktur telekomunikasi. Hal ini jelas-jelas menyatakan bahwa RT/RW Net yang dibangun oleh rakyat biasa adalah ilegal. Padahal pada saat itu Indonesia sedang berusaha membangun infrastuktur internet yang murah dan merakyat secara mandiri dengan mengembangkan teknologi internet wireless massal. Namun rakyat Indonesia tidak menyerah walaupun harus menghadapi sweeping wireless internet yang dilakukan oleh aparat pemerintah pada tahun 2002-2003. Akhirnya dengan perjuangan keras tanpa pertumpahan darah, pada tanggal 5 Januari 2005 ditanda tangani Keputusan Menteri No. 2 / 2005 tentang Wireless Internet di 2.4GHz oleh Hatta Rajasa. KEPMEN ini pada dasarnya adalah izin menggunakan frekuensi tersebut dengan persyaratan:
1) Daya pancar maksimum 100 mW.
2) w:EIRP maksimum 36dBm.
3) Semua peralatan wajib disertifikasi

Ibarat perjuangan merebut kemerdekaan, bebasnya frekuensi 2,4 GHz bagi para pelaku RT/RW net saat itu masih harus diperjuangkan karena masih terjadi sweeping bagi RT/RW net yang tidak mengantogi izin ISP dari MENKOMINFO seperti yang terjadi pada jaringan di Kepulauan Riau pada 25 Juli 2007. Namun pada hakikatnya setelah dibebaskannya frekuensi 2,4 GHz oleh pemerintah, teknologi RT/RW net dengan WiFI semakin menjamur di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka pembebasan frekuensi 2,4 GHz, silakan lihat disini

Jika menggunakan WiFi ada beberapa keuntungan di antaranya:
1) perangkat cukup mudah didapat
2)jangkauan lebih luas dan fleksibel
3)kecepatan koneksi 1 mbps cukup untuk menggunakan layanan voip dan webcam
4)gangguan fisik dapat dihindarkan karena tidak menggunakan banyak kabel yang melalui area publik

Namun, ada satu kelemahan menggunakan WiFI yaitu kondisi lingkungan harus mendukung seperti tidak banyaknya pepohonan rimbun atau bangunan2 yang berpotensi menghalangi pancaran sinyal alias harus CLOS (Clear Line of Sight)

Skema RT/RWnet dengan WiFI

BTS (Base Transmitter Station) RT/RW net, dari sinilah internet rumah dipancarkan melalui frekuensi 2,4 GHz.

2) Kabel LAN ( distribusi dengan kabel UTP)

Untuk yang satu ini pernah diinstalasi oleh Michael Sunggiardi di Perumahan Baranangsiang Indah, Bogor

Photobucket

HUB dimasukkan ke dalam kotak

Beberapa kelebihan yang didapatkan dari kofigurasi ini di antaranya:
1) kecepatan transmisi data 10-100 mbps
2)lebih memudahkan di sisi pengguna karena hanya memerlukan LAN card yang sudah umum tersedia di PC rumahan
Namun kekurangannya adalah pemasangannya yang rumit dan kabel mudah mengalami gangguan fisik karena melalui area publik.

Skema jaringan dengan kabel LAN

FYI, internet murah seperti yang disebutkan di atas bukan berarti internet gratis melainkan biaya internet menjadi lebih murah karena ditanggung oleh beberapa pemakai. Seperti ini perhitungannya…

Misalnya kita menggunakan koneksi internet dari sebuah ISP dengan biaya per bulan Rp 1.000.000,-. Jika cuma kita sendiri yang menggunakannya, maka kita harus membayar Rp 1.000.000,- per bulan kepada ISP. Namun, jika koneksi kita dibagikan kepada 10 orang ( termasuk kita) maka tiap-tiap jiwa diwajibkan membayar sama rata yaitu Rp 100.000,-. Jelas jadi lebih murah buat sendiri dan orang lain !

Mau tahu lebih banyak..

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/RT/RW-net

Tinggalkan komentar

Lembaran Baruku….

Akhirnya, bisa bikin blog baru di WordPress…

Yap! Semoga aku bisa memulai segalanya dengan lebih baik lagi di lembaran yang lebih baru…

Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.