Hipotesis Seekor Kodok…

Malem2 gini abis baru pulang tau2 udah dapet cerita lucu dari teman saya. Ceritanya pada suatu hari, ada seorang mahasiswa jurusan biologi yang sedang melakukan praktikum dengan ‘korban’nya adalah seekor kodok.

Pertama-tama, kodok tersebut disuruh melompat oleh mahasiswa itu, ” Yak, lompat!! ” dan kodok tersebut dapat melompat setinggi 1 meter. Lalu, dipotonglah satu kakinya dan disuruhnya melompat kembali. Sekarang lompatannya setinggi 80 cm

Setelah itu dipotonglah satu kaki lagi. Ia kembali memberikan perintah yang sama buat kodok tersebut. Kodok tersebut melompat mengikuti perintah tersebut namun lompatannya lebih pendek dari sebelumnya, yaitu hanya 50 cm.

Dipotonglah satu kakinya lagi dan mahasiswa praktikan tersebut kembali memerintahkan hal yang sama : melompat . Kodok tersebut pun kembali melompat, namun kali ini lompatannya pendek sekali yaitu cuma 20 cm. Terakhir, satu kaki lagi dipotong  dan mahasiswa itu meyuruhnya melompat, tetapi kodok tersebut tetap diam.

Akhirnya sang asisten menghampiri mahasiswa tersebut dan menanyakan hipotesis apa yang bisa diambil dari eksperimen tersebut. Lalu apa jawab mahasiswa tersebut? Ia menjawab, ” Kodok itu tuli jika ia tidak memiliki kaki…”

Sri Redjeki, Band Kocak Aseli Jogja

Mmmmm, gara2 iseng buka2 Youtube sekitar bulan Juni 2009 lalu, taunya malah ketemu band yang satu ini. Pertamanya nemu lagunya yang berjudul Watu Cilik

Liriknya sih pake bahasa Jawa…

Watu Cilik
(Composed by Sri Rejeki)

watu cilik jenenge krikil
serok cilik jenenge sotil
mentol nang dodo jenenge kutil

kewan cilik arane jangkrik
rodok cilik arane kepik
nggonmu kuwi tempe kripik

wong lanang senengane ngandang
yen wes ngandang lungguh mekangkang
lha kae ketok nglundang sak pedang

wong wedok senengane ndodok
yen wes ndodok lungguh mekokok
lha kae ketok methuthuk sak bathok

ini lagu dengan musrik, sri rejeki….2x

dek endah memakai jubah
bila merebah menambah gairah
bila digoyang yo…
uh ah uh ah

awak ayem bar nonton dugem
pengen seneng mainno nang sarkem
pengen urip seneng, uripo nang pakem

ini lagu dengan musrik, sri rejeki….2x

Ada satu lagu lagi nih yang saya temuin waktu itu…:D, yang jelas lebih kocak dari sebelumnya di atas.

Berikut liriknya…

orang bujang sangat lajang
mandi s’lalu dijadikan ajang
tuk membuang si anak tersayang

gadis perawan butuh belaian
timun dan terong tak dimakan
cuma dijadikan sebagai lampiasan

istri yang malang merasa kurang
kana suami tersayang pulangnya jarang
selalu jajan kembang

suami yang malang merasa terbuang
hidup s’lalu tertekan istri yang jalang
jadi tante girang

reff:
apakah kau merasa satu dari mereka
mungkinkah kau merasa orang yang tak berdosa
ingatlah wahai kawan kau manusia…

Ya, inilah Sri Redjeki Band!!!!!!

Jika mendengar kedua lagu di atas saya jadi terkenang saat2 dimana saya mulai melupakan (hampir) secara total aktivitas kuliah saya di Bandung. Bagi saya musiknya cukup unik dan pastinya beda dengan musik yang biasa saya konsumsi sehari-hari.

Setelah wara-wiri ke Om Google, akhirnya dapat juga info seputar band yang satu ini. Jadi sebenarnya SR beranggotakan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada tanggal 3 Oktober 2003. Nama yang mereka usung terinspirasi dari “Sri” yaitu seorang dewi kesuburan dalam mitologi Jawa dan “Rejeki” berarti anugerah dari Sang Pencipta. Formasi Sri Redjeki hingga saat ini berdasarkan info yang diperoleh yaitu Gundul (Voc). Tony(Voc), Dhani(Voc), maman(Gitar), Dading(Percussion), Yoga(Gitar), Cahya(Violin), Dody(cuk), dan Adhi – chedel-( Electric Bass).

Awalnya SR hanya mengisi acara pentas yang diadakan di sekolah2 dan kampus2 di Yogyakarta dan pada akhirnya mereka terkenal sampai ke luar Yogyakarta. Bermodalkan lagu dan aksi panggung yang jenaka, band ini cocok dikonsumsi oleh mereka yang berusia 12-50 tahun. Album indie mereka dirilis pada tahun 2006 dan pada pertengahan 2007 album tersebut dikemas ulang dengan aransemen baru. Dalam perjalanan karirnya SR pernah tampil dalan Festival Film Jakarta (FFJ) yang dapat anda lihat di sini.

Info seputar Sri Redjeki yang saya peroleh yang beberapa di antaranya digunakan sebagai referensi postingan ini:

Sri Redjeki Official Website
Sri Redjeki at MySpace
Sri Redjeki’s Friendster
Sri Redjeki Fanpage at Facebook!

Puisi Untuk Para Pria yang Sudah Tidak Perjaka

oh Tuhan dimanakah aku bisa menemuka seorang pria yang masih perjaka
sudah tidak adakah pria didunia ini yang masih perjaka?
kenapa para pria susah untuk menjaga keperjakaan mereka?

pada saat mereka baru pubertasi
mereka sudah memulai o*ani dan menghilangkan keperjakaan mereka

menginjak umur 18 taun
mereka sudah mulai hobi mengoleksi film2 porno
dan menjadikan MIYABI sebagai objek untuk melakukan o*ani

pada umur 20an
dikarenakan batinnya sudah tidak kuat lagi
dan kebosanannya untuk bero*aniria
mereka mulai menyalurkan hasratnya keperempuan2 SALOME
dan menjadi sangat ahli dalam bidang perhotelan mesum

saat menjelang 30an
saat hendak mencari pasangan hidupnya
mereka akan menghujat wanita2 yang sudah tidak perawan lagi
dikarenakan keBODOHan mereka yang tidak sanggup menjaga keperjakaan mereka sendiri

ketika mereka sudah berumah tangga
mereka terus mengejar ketidakpuasan p****nya
dengan mengoleksi cewe2 simpanan maupun istri2 muda

ohh.. betapa TOLOLnya para lelaki2 ini

kaskus.us