Saya tidak peduli lagi sudah berapa lama blog ini tertidur, yang jelas bulan Oktober 2011 ini saya memutuskan untuk bangun kembali dari tidur panjang. Ya, tekad untuk rajin nge-blog yang dulu pernah dicanangkan lalu hilang perlahan kini harus dibangkitkan lagi.
Apa yang terjadi belakangan ini? Pastinya lain dari yang sudah2 alias lain dari sebelumnya. Pada bulan ini saya sudah menginjak tahun keempat saya kuliah dan seharusnya sudah mulai mengerjakan tugas akhir. Namun apa daya karena saya masih banyak hutang SKS akibat “masa kelam” tahun kedua, saya akhirnya memutuskan untuk mengambil tugas akhir pada tahun depannya. Bagaimana dengan kehidupan berorganisasi di HIMAFI? Untuk kedua kalinya saya memiliki adik2 baru dimana mereka resmi menjadi keluarga kami pada tanggal 14 September 2011 silam. Apa artinya? Saya harus sadar bahwa tidak lama lagi saya bersama angkatan 2008 lainnya akan berada pada posisi yang sering disebut sebagai guardian value alias swasta! Kenyataan ini membuat saya terkadang menjadi galau sendiri karena masih merasa belum pantas menjadi seorang swasta. Saya pun sulit menduga rasanya baru kemarin ikut osjur a.k.a Permesta 2009 dan tidak terasa sudah setua ini!
Lupakan sejenak kegalauan menjadi calon swasta! Bagaimana dengan sisi kehidupan yang lainnya? Satu sisi yang cukup berkesan adalah diterimanya saya sebagai pengurus Lab Elka di Prodi Fisika ITB. Sejak menjalani proses penerimaan sebagai pengurus baru, hasrat untuk kembali mengoprek elektronika mulai timbul. Namun di balik itu lagi2 ada tanggung jawab yang cukup besar sebagai pengurus, yaitu merevisi modul, menjadi asisten, dan sebagainya. Tidak apa2 lah, untungnya saya punya tempat nongkrong baru dimana di tempat tersebut bisa berinternet ria, tidur dan mencari ketenangan saat ingin mengerjakan sesuatu.
Hmmm, sepertinya ngga ada salahnya kalau kita flashback ke awal tahun ini!
Tahun ini diawali dengan berkecimpungnya saya di kepanitiaan Olimpiade VI KM ITB 2011 sebagai panitia divisi keamanan. Jadi keamanan buat event seperti ini sepertinya 3 kali labih sulit dibandingkan saat menjadi keamanan PPAM HIMAFI ITB 2010. Kali ini yang dihadapi adalah massa kampus dari berbagai jurusan dengan karakteristik yang berbeda-beda, belum lagi skill lobbying a.k.a melobi yang harus lebih diperdalam. Sejujurnya saya menyesal karena terkadang tidak menjalankan tugas dengan baik dan kurang disiplin, namun ya sudahlah lebih baik bersyukur saja masih diberi kesempatan untuk berkontribusi di perhelatan ini. Di saat yang bersamaan, HIMAFI ITB menggelar perhelatan besarnya yaitu Physics Fest 2011.
Awalnya saya berada di divisi pentas, namun karena suatu hal divisi ini ditiadakan dan saya dimutasi ke divisi seminar. Sayang sekali saudara, ternyata pada hari-H saya tidak bisa menjalankan tugas karena tertimpa musibah hilangnya kartu ATM saya. Alhasil harus bolak-balik ke BNI dan kantor polisi Coblong demi mengurus kehilangan. Walaupun keadaan seperti ini untungnya masih lebih baik dibandingkan Pekan Fisika tahun lalu : Saya masih dapat kaos panitia !
Pada bulan Februari tahun ini salah seorang rekan seangkatan saya Adlian Satyowibowo FI’08 terpilih menjadi ketua HIMAFI ITB untuk periode 2011 melalui mekanisme rapat anggota. Sebuah penantian yang cukup lama yaitu selama kurang lebih 4 bulan dimana HIMAFI mengalami semacam kekosongan akibat tertundanya kepengurusan yang baru. Bulan berikutnya badan kepengurusan yang baru akhirnya terbentuk dan diadakanlah musyawarah kerja selama 3 hari 2 malam di akhir pekan sebelum diadakan sosialisasi program kerja selama kurang lebih 10 bulan ke depannya.
Tidak terasa semester kedua di tingkat ketiga berakhir sudah dengan 7 SKS masih mengulang. Sesuai janji saya setahun sebelumnya yaitu saya mengambil semester pendek dengan kredit 3 SKS untuk mata kuliah TRK a.k.a Teori Relativitas Khusus. Kelar approval dari dosen wali dan membayar uang semester pendek, berita buruk datang yaitu mata kuliah yang saya ambil ternyata kelasnya tidak dibuka dengan alasan yang menurut saya agak tidak masuk akal. Kontan saya kebingungan dan akhirnya mengambil FisMat IIA sebanyak SKS yang masih mengulang. Yah, untung saja cuma nambah bayar 1 SKS saja ! Lalu bagaimana dengan plan liburan? Pada minggu pertama anak2 ISO mengadakan makrab di Taman Bunga Nusantara (kali ini tidak menginap) dan saya pun ikut ambil bagian dalam makrab tersebut karena 2 alasan. Alasan pertama yaitu saya sudah jarang mengikuti kegiatan di ISO sejak awal tahun ketiga saya dan kehadiran pada makrab tersebut bagi saya adalah kompensasinya, sedangkan alasan berikutnya adalah saya sudah 14 tahun lamanya tidak berkunjung lagi ke tempat tersebut.
Minggu selanjutnya adalaha jalan2 angkatan 2008 ke Nusakambangan dan lagi2 saya tidak mau melawatkannya karena ini untuk pertama kalinya saya ke sana. Niatnya memang jalan2 seluruh FI’08 , namun pada akhirnya hanya dihadiri oleh 12 orang dengan jumlah laki2 dan perempuan yang seimbang! Sejujurnya saat itu saya agak kecewa karena keadaan yang sama seperti tahun lalu terulang kembali, yaitu pada saat jalan2 angkatan ke Ciwidey ternyata hanya dihadiri tidak sampai 30 orang. Ya sudahlah, barangkali tahun depan kita bisa jauh lebih banyak dibandingkan saat ini. Akhirnya pada Jum’at pagi di awal Juni 2011, 12 orang berangkat dengan menumpang kereta api ekonomi Pasundan (dengan tiket tentunya) dan dimulailah perjalanan kurang lebih selama 6 jam dari stasiun Kiaracondong hingga stasiun Maos.
Bisa jadi saat inilah pertama kalinya saya naik kereta api kelas ekonomi (bukan KRL tentunya) dan bisa dibayangkan juga bertahan selama kurang lebih 6 jam di dalam peti mati besi tersebut. Harus bermodal kesabaran ekstra saat kereta api harus sering berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya, merasakan transisi bahasa dari bahasa Sunda ke logat Banyumasan, berhadapan dengan 5 bencong yang 3 diantaranya sempat ngerjain teman saya yang duduk di pinggir, dsb. Setibanya di stasiun Maos saya iseng melihat jadwal perjalanan kereta api dan ternyata kereta api yang tadi saya tumpangi masih harus menempuh perjalanan hingga ke Surabaya. Di sana tetulis bahwa perkiraan kedatangan kereta api Pasunda di stasiun Surabaya Gubeng adalah pukul 23.24 ! Susah dibayangkan kalau seandainya naik full dari Bandung ke Surabaya. Namun dari situ saya iseng2 memprediksi transisi bahasa yang terjadi kalau menempuh perjalanan Bandung – Surabaya, begini prediksi saya:
Bahasa Sunda (Bandung-Banjar) —> Banyumasan (Cilacap-sekitar Gombong) —> Bahasa Jawa dialek halus (Jogja, Solo hingga Jawa Timur) —> dialek Suroboyoan ( Jombang hingga Surabaya )
Ternyata perjalanan masih berlanjut ke rumah salah seorang rekan saya di Cilacap untuk menginap selama 3 hari 2 malam. Bagaimana selanjutnya? Silahkan lihat di post ini.
Setelah 3 minggu penuh dengan liburan, kini saatnya kembali kepada rutinitas baru di liburan ini : semester pendek. Yang jelas ini adalah semester pendek pertama saya selama kuliah di ITB dan sebagai kompensasi karena setahun sebelumnya saya mati2an untuk tidak ikut karena saya ingin sekali jadi panitia PPAM 2010. Di sela2 rutinitas semester pendek ini masih juga diwarnai dengan persiapan kaderisasi untuk angkatan 2010 yaitu MPAM 2011. Memang saya ngga terlalu bisa untuk me-TFT angkatan 2009 yang akan mendominasi kepanitiannya, namun bagi saya selagi saya bisa memberi ‘ilmu’ yang telah diperoleh maka saya akan memberinya. Sejujurnya untuk semester pendek kali ini saya masih agak ‘kaget’ karena atmosfirnya yang begitu santai membuat saya terlalu santai dalam memahami materi yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan, namun untungnya saya masih bisa lulus walaupun dengan nilai ‘atom karbon’.
Selain semester pendek dan MPAM, kesibukan lain pun harus saya hadapi yaitu membuat alat sebagai tugas calon pengurus lab elka. Tugas tersebut memang merupakan tugas berkelompok dan kelompok saya hanya berdua dengan seorang rekan saya Adi FI’08. Alat yang dibuat cukuplah sederhana yaitu detektor ketinggian air yang hanya bermodalkan transistor, resistor dan beberapa buah LED merah. Berhubung rekan saya tadi sedang disibukkan dengan robot line follower nya untuk kermantau ( kerja mandiri terpantau – red) di semester pendek plus mendiklat danlap MPAM 2011, maka saya lebih banyak berkutat untuk membeli komponen, menyolder dan mengetest alat. Setelah line follower beliau bisa berjalan akhirnya detektor ketinggian air tersebut dikerjakan berdua di sebuah rumah kost di bilangan Alpina. Inilah penampakan line follower nya gan !
Akhirnya semester pendek pun kelar dan serangkaian tugas calon pengurus elka pun kelar, akhirnya bisa menikmati minggu2 terakhir di liburan dengan tak lupa sebelumnya mengurus administrasi untuk pendaftaran semester reguler berikutnya. MPAM 2011 pun dimulai setelah saya merasakan cukup lama tidak ada kabar beritanya. Kalau setahun yang lalu saya harus briefing dulu oleh kadiv keamanan sebelum apel, kini saya hanya cukup ikut apel dan berdiri di one line barricade. Sayangnya pada saat itu kesiapan dan keseriusan panitia masih harus dipertanyakan, akhirnya saya dan rekan2 2008 lainnya menyusun skenario untuk pengukuhan panitia MPAM 2011. Penyusunan skenario tersebut dilakukan di rumah Sandro FI’08 dan pada tengah malamnya diadakan semacam ‘eksekusi’ buat sang empunya rumah yang kebetulan berulang tahun. Keesokan harinya skenario pengukuhan yang sudah dibuat dieksekusi sebelum sholat Jum’at dan disambung dengan pertemuan kedua MPAM setelahnya. Berhubung puasa Ramadhan tinggal menghitung hari dan event PROKM 2011 semakin dekat, diputuskanlah untuk meng-cut MPAM sebelum awal Agustus 2011 dan dilanjutkan sesudah lebaran sebagai MPAM season #2. Dengan demikian, untuk mengakhiri season #1 tersebut diadakanlah pelantikan anggota muda 2011 pada Sabtu malam yang bertempat di kandang domba Babakan Siliwangi.
Ok, lanjut ke part berikutnya !




